Kamis, 11 Maret 2010

BENTUK MUKA BUMI YANG BERKAITAN DENGAN EROSI, SEDIMENTASI DAN DENUDASI

1. BENTUK MUKA BUMI AKIBAT PROSES EROSI
Erosi adalah peristiwa hilangnya dan terangkutnya runtuhan batuan oleh suatu tenaga di
permukaan tanah, misalnya dilakukan oleh air, angin, atau gletser. Air yang mengalir di
sungai melakukan erosi terhadap batuan yang dilaluinya, baik pada bagian tepi maupun
pada bagian dasar sungainya.
A. Erosi oleh Sungai
Proses erosi sungai dapat menentukan tingkat usia sungai.
1) Stadium Muda (Young Stream)
Sungai dikatakan dalam stadium muda apabila terjadi ketidakseimbangan antara proses erosi dan sedimentasi, di mana erosi jauh lebih besar dibandingkan dengan sedimentasi. Tanda-tandanya adalah :
• Proses erosi sangat aktif, baik erosi ke bawah maupun erosi ke samping.
• Lembahnya mempunyai lereng yang terjal (berbentuk huruf V).
• Banyak dijumpai air terjun (waterfall).
• Pengikisan vertikal lebih kuat dibandingkan dengan pengikisan horizontal.
2) Stadium Dewasa (Mature Stream)
Sungai dikatakan dalam stadium dewasa apabila sudah terdapat keseimbangan antara proses erosi dan sedimentasi. Tanda-tandanya adalah :
• Kecepatan alirannya berkurang.
• Lerengnya tidak tidak terlalu tajam (berbentuk huruf U).
• Erosi ke bawah sudah tidak begitu kuat.
3) Stadium Tua (Old Stream)
Sungai dikatakan dalam stadium tua apabila pada bagian hilirnya terjadi pengendapan yang sangat besar, sedangkan di bagian hulunya hanya terjadi sedikit sekali atau sama sekali sudah tidak ada erosi. Tanda-tandanya adalah :
• Proses erosi sangat kecil, sedangkan proses sedimentasi sangat besar.
• Terdapatnya dataran banjir (flood plain), yaitu daerah di kiri dan kanan sungai
apabila sungai mengalami banjir akan tergenang dan terdapat endapan- endapan material, sewaktu air telah surut endapan material tersebut tertinggal.
• Dijumpai adanya meander.
B. Erosi oleh Air Laut (Abrasi)
1) Desakan yang kuat dari gelombang yang memecah pantai mempunyai pengaruh
langsung pada pantai dan secara tidak langsung menekan air yang terjebak di dalam
retakan batuan dan batuan itu mengalami retakan lebih besar lagi ketika air kembali
ke laut.
2) Pecahan-pecahan batuan di dalam air menggelinding pada dasar cliff yang akhirnya melahirkan proses korasi. Proses ini bisa terjadi di pantai-pantai yang terdiri
atas batuan yang mudah larut, misalnya batu kapur. Akibat erosi dari pelarutan kalsium karbonat oleh air menyebabkan batuan menjadi melemah dan akhirnya hancur.
3) Cliff atau tebing pantai
Cliff adalah pantai dengan batuan keras yang terjal de ngan pegunungan yang curam. Perjaan erosi laut terjadi pada zona yang relatif sempit dan datar sehingga cliff tidak stabil dan runtuh. Jika muka cliff yang mundur tertinggal oleh dasar yang telah dierosi maka disebut wave cut platform. Pada tempat ini material hasil erosi diendapkan.
4) Cave (gua), arch, stack, dan stump
Pengerjaan erosi laut mencapai batuan yang lembut di sepanjang dasar cliff, seperti pada garis patahan atau sejenisnya karena erosi ini mungkin terjadi bentuk yang disebut cave (gua). Jika cave ini terbentuk pada kedua sisi erosi yang berkelanjutan akan terus menerobos dan kedua gua itu bersatu sehingga terjadilah arch. Arch ini terus menerus terkena erosi, yang tertinggal hanya tiang-tiang batu
yang berdiri jauh dari cliff, ini yang disebut stack. Erosi pada dasar stack terus berlangsung sehingga stack itu runtuh dan terdapat di bawah permukaan air laut dan ini yang disebut stump.
5) Pantai fjord adalah pantai yang berlekuk- lekuk jauh menjorok ke arah daratan (seperti teluk yang sempit), tebingnya sangat curam, lembahnya berbentuk huruf V dan biasanya dasar lautnya dalam, tetapi ambangnya dangkal.

2. BENTUK MUKA BUMI AKIBAT PROSES SEDIMENTASI ATAU PENGENDAPAN
Seperti telah diketahui bahwa bahan-bahan yang diangkut oleh air yang mengalir,
gelombang dan arus laut, angin, dan gletser, pada suatu waktu akan diendapkan di suatu
tempat, entah untuk sementara waktu atau untuk jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan
zat pengangkut memperlambat gerakannya atau berhenti sama sekali. Jika disimpulkan
maka sedimentasi itu dapat terjadi apabila daya angkut zat berkurang dan beban yang harus
diangkut terlalu banyak sehingga melebihi daya angkut zat yang bersangkutan.
Proses sedimentasi oleh sungai :
A. Floodplain merupakan endapan atau dataran banjir. Menurut tempatnya dapat
dibedakan menjadi channel bar, delta bar, meander bar, dan tanggul alam.
• Channel bar adalah endapan yang terdapat di tengah lembah sungai.
• Delta bar adalah endapan di muara anak sungai pada sungai induk.
• Meander bar adalah endapan yang terdapat di tikungan dari meander.
• Tanggul alam adalah punggungan rendah di tepi sungai yang terbentuk akibat banjir.
B. Delta merupakan endapan yang terdapat di muara sungai dan memiliki bentuk
seperti delta atau segitiga.

3. BENTUK MUKA BUMI AKIBAT PROSES DENUDASI
Denudasi adalah proses pengelupasan batuan induk yang telah mengalami proses
pelapukan atau akibat pengaruh air sungai, panas matahari, angin, hujan, embun beku dan
es yang bergerak ke laut. Pada umumnya denudasi terdapat pada lereng - lereng
pegunungan yang dipengaruhi oleh gaya berat dan erosi sehingga bagian terluar terangkat
dan daerah tersebut akan mengalami ketandusan karena tidak mempunyai lapisan tanah lagi.
Pada daerah kapur terjadi pelapukan kimiawi (bukan organis), daerah kapur berupa
daerah pegunungan dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.

0 komentar:

Poskan Komentar