Kamis, 03 November 2011

Lembaga Sosial

1. Pengertian Lembaga Sosial
Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan (social institution). Akan tetapi, ada yang menggunakan pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus di kehidupan masyarakat.
Menurut Robert Mac Iver dan Charles H. Page, lembaga masyarakat adalah tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan manusia dalam kelompok masyarakat. Sedangkan Leopold von Wiese dan Howard Becker berpendapat lembaga kemasyarakatan adalah suatu jaringan dari proses hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi memelihara hubungan serta pola-polanya, sesuai kepentingan manusia.
Dengan demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara yang dibuat untuk mengatur hubungan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Ciri Lembaga Sosial
Gillin dan Gillin dalam karyanya General Features of Social Institution menguraikan beberapa ciri umum lembaga sosial :
a. Lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasil-hasilnya.
b. Lembaga sosial juga dicirikan oleh suatu tingkat kekekalan tertentu.
c. Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu.
d. Terdapat alat-alat perlengkapan yang diperlukan untuk mencapai tujuannya.
e. Ditandai oleh lambang atau simbol tertentu.
f. Lembaga memiliki tradisi tertulis dan tidak tertulis.

3. Syarat-Syarat Lembaga Sosial
Menurut Koentjaraningrat, antara lain :
a. Suatu kelakuan yang baku, bisa berupa norma dan adat istiadat dalam ingatan maupun tertulis.
b. Kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan.
c. Pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks kehidupan tertentu.
d. Mempunyai pelengkapan dan peralatan.
e. Sistem aktivitas itu dibiasakan pada kelompok dalam masyarakat untuk waktu yang lama.

4. Proses Terbentuknya Lembaga Sosial
Mula-mula sejumlah norma terbentuk secara tidak sengaja. Namun, lama-kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar.
Namun, tidak semua norma-norma dalam masyarakat merupakan lembaga sosial. Menurut H.M. Johnson, suatu norma terlembaga dalam sistem sosial apabila memenuhi 3 syarat :
a. Sebagian besar anggota masyarakat menerima norma tersebut.
b. Norma itu menjiwai seluruh warga dalam sistem sosial.
c. Norma tersebut mempunyai sanksi yang mengikat.
Keberhasilan proses institusionalisasi dalam masyarakat dilihat jika norma tidak hanya menjadi institutionalized dalam masyarakat, akan tetapi menjad internalized. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berkelakuan sejalan dengan perkelakuan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

0 komentar:

Poskan Komentar